Cannes lions 2026 menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Festival Cannes Lions edisi ke-73 berlangsung pada 22–26 Juni di Cannes, Prancis, dan menjadi titik fokus bagi ekosistem periklanan India. Delegasi agen-agen India hadir dengan berbagai kampanye, namun mereka juga membawa kehati-hatian karena perubahan struktur industri dan tekanan biaya perjalanan.

Tahun lalu India pulang dengan 32 Lions — satu Grand Prix, sembilan Gold, sembilan Silver, dan 13 Bronze — setelah mengirim 982 entri dan meraih 85 shortlists di 22 kategori. Pencapaian itu memberikan tolok ukur tinggi yang menjadi latar saat delegasi India berlaga kembali di French Riviera.
Delegasi dan kampanye yang dibawa
Agensi-agensi India mengirimkan karya yang tersebar di banyak kategori, mulai dari Innovation, Creative Effectiveness, hingga Social and Creator Lions. Beberapa kampanye yang dibawa lain:
- Leo India – The Unofficial Official Sound of F1 (Sting), This Ronaldo is that Ronaldo (Budweiser China), dan Darescore (Mountain Dew)
- Dentsu – Bullying Decoder (Dentsu Lab India bersama D.A.V. Public School dan Classteacher Learning Systems) dan Bird + Jingle ft. Good Times in Cricket (Kingfisher)
- Havas Creative India – Ink of Democracy dan Anytime is Pepsi Time
- 22feet – The Great In-Game Wedding (Battlegrounds Mobile India)
- Enormous – The Pride Pact (Britannia Good Day), Everyone Loves A Good Fight (Battlegrounds Mobile India), serta Har Koi Peera Lahori Zeera
- tgthr – Safe Space Studios (Nilkamal Homes)
- VML India – The Slooowest Vending Machine in the World (KitKat) dan Coke Holi (Coca-Cola)
- Tribes – The Coolest Seva (Kansai Nerolac), Mutually Funded (HDFC Mutual Fund), Carbon Economy for Advertising (NIVEA India)
Kampanye tersebut mencakup tema yang beragam, dari demokrasi, keselamatan sekolah, gaming, hingga inovasi lingkungan dan pengalaman merek.
Dampak restrukturisasi dan tekanan biaya
Perubahan besar dalam jaringan holding global memengaruhi lanskap agen di India. Merger Omnicom-IPG senilai $13.3 miliar memicu restrukturisasi, penggabungan atau penghentian lebih dari 20 merek agen secara global. FCB, yang tahun lalu meraih Grand Prix untuk kampanye Lucky Yatra, telah dilipatkan ke dalam BBDO secara global, sementara operasionalnya di India diserap ke McCann Worldgroup India.
WPP juga menjalankan penyederhanaan struktur. Di tengah melambatnya pertumbuhan dan sorotan dari investor, perusahaan induk menimbang pengeluaran diskresioner seperti program penghargaan, delegasi festival, dan aktivasi besar di lapangan terhadap prioritas bisnis yang lebih mendesak.
Di tengah situasi itu, pimpinan kreatif menekankan bahwa dasar partisipasi di Cannes tidak berubah. “Good work hasn’t changed. Our approach has always been simple: make work people remember before juries remember it. Ask hard questions before entering the work: Did it create impact? Did people talk about it without being paid to? Did it solve something?” kata Josy Paul, Chairperson and Chief Creative Officer, BBDO India.
Peran juri India dan ekspektasi hasil
Representasi India di jajaran juri cukup signifikan: 14 juror termasuk dua yang memimpin kategori. Anupriya Acharya, Chief Executive Officer of Publicis Groupe South Asia, menjadi Jury President untuk Creative Data, sementara Kainaz Karmakar, Chief Creative Officer di Ogilvy India, memimpin Health and Wellness. Nama-nama lain yang masuk panel penjurian mencakup Dhruv Warrior, Pooja Manek, Anisha Iyer, Binda Dey, Subhajit Mukherjee, Amitesh Rao, Prachi Narayan, Gurbaksh Singh, Lulu Raghavan, Dheeraj Sinha, dan Rakesh Menon.
Selain itu, perwakilan India juga ada di jajaran juri shortlist untuk enam kategori, termasuk Brand Experience and Activation, Direct, Film Craft, Outdoor, PR, dan Social and Creator.
Gurbaksh Singh menyatakan bahwa restrukturisasi global mendorong kolaborasi yang lebih kuat antar-disiplin: “Creativity today can emerge from agencies of all sizes, independent shops, startups, and even individual innovators. The democratisation of access to talent, tools, and tech means strong ideas can come from anywhere. The competitive landscape is becoming more diverse, not less,” Singh said.
Josy Paul menambahkan harapan agar kreativitas India tetap luas dan tidak terkunci: “I hope it remains broad. India’s creative future should not resemble a gated community. Great ideas are not the monopoly of small or large agencies. India has too many stories, too many cultures and too many kinds of talent.” Ia juga mengingatkan agar ukuran keberhasilan tidak semata dari jumlah medali: “We should be careful not to confuse award-worthy with worthy. Work should first earn respect in the market. Then in culture. Then at festivals.”
Dengan entri yang telah dikirimkan dan juri yang ditetapkan, minggu kompetisi di Cannes akan menjadi momen uji bagi kreativitas India—apakah dapat mempertahankan momentum hasil tahun lalu di tengah kondisi industri yang berubah cepat.
