Penyanyi rock Awie mengungkap cerita di balik lagu Istana Menanti, yang ternyata awalnya diciptakan untuknya oleh Datuk M. Nasir. Lagu ini akhirnya menjadi populer lewat penyampaian Rahim Maarof, namun Awie menyatakan ada sejarah pribadi yang mengaitkannya dengan komposisi tersebut. Menurut Awie, karya itu sempat direncanakan untuk dimasukkan ke dalam film Fenomena dan direkam olehnya. Dalam pertemuan saat latihan konser, ia menceritakan proses rekaman yang berlangsung pada bulan Ramadan serta keberadaan pihak lain yang kemudian meminta lagu tersebut kepada pencipta. “Dulu M. Nasir buat lagu Istana Menanti untuk saya, untuk dimasukkan dalam filem Fenomena. Saya ingat lagi dari A sampai Z. Saya rakam lagu itu waktu bulan puasa. Selesai rakam tiba-tiba ada seorang penyanyi datang minta lagu itu sebab dia tak ada lagu hit. “Pada mulanya M. Nasir tak nak bagi, tetapi akhirnya mengalah juga selepas dipujuk,” kata Awie sewaktu ditemui pada sesi latihan Konsert Dato’ M N47IR Cipta 4 di Sungai Buloh.
Jejak lagu dan rekaman awal
Lagu Istana Menanti tercatat dipopulerkan melalui album Rahim Maarof berjudul Sensitif yang dipasarkan pada tahun 1990. Meski demikian, pengakuan Awie menunjukkan bahwa naskah dan rekaman awal sebenarnya pernah diperuntukkan bagi penyanyi lain, sebelum berpindah tangan dan menjadi salah satu lagu yang melekat di ingatan pendengar. Awie mengingat dengan jelas momen rekaman dan konteksnya, termasuk waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan puasa. Pernyataan itu memberi sudut pandang baru atas perjalanan sebuah lagu yang belakangan dikenal luas.
Kesempatan membawakan kembali di panggung
Awie menyambut peluang untuk menyanyikan kembali Istana Menanti dalam Konsert Dato’ M N47IR Cipta 4, yang menurutnya menjadi momen khusus karena ada ikatan pribadi dengan pencipta lagu. “Sekarang saya buruk siku lah. Saya ambil balik dan nyanyi lagu ini dalam konsert ini,” katanya berseloroh. Selain Istana Menanti, Awie juga akan membawakan lagu ikonik lainnya, Ghazal Untuk Rabiah, sebagai bagian dari penampilannya pada konser tersebut. Kehadiran Awie dianggap sebagai penghormatan tersendiri kepada figura yang dianggap berjasa dalam perjalanan kariernya.
Konser sebagai penghormatan untuk M. Nasir
Konsert DATO’ M. N47IR CIPTA 4 dijadwalkan berlangsung pada 4 Julai 2026 di Unifi Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Acara ini diselenggarakan bersempena ulang tahun kelahiran M. Nasir yang ke-68 dan menjadi puncak trilogi CIPTA setelah tiga edisi sebelumnya, yakni Cipta 1, Cipta 2, dan Cipta 3, serta edisi khas Cipta Raya. Penyelenggara menyebut judul CIPTA dipilih untuk menggambarkan seluruh perjalanan seni M. Nasir yang sarat dengan ide dan kreativitas, sehingga karya-karyanya cukup banyak untuk dipecah ke dalam beberapa pementasan. Konser terakhir ini juga menghadirkan nama dari Indonesia, Melly Goeslaw, yang akan menyanyikan dua buah lagu ciptaan M. Nasir. Awie menyatakan kebahagiaannya bisa terlibat dalam seri akhir konsert Cipta yang pertama kali dihelat pada 2024. “Saya seronok kerana inilah figura yang pertama kali mengajar saya menyanyi pada tahun 80-an. Beliaulah orangnya, Datuk M Nasir. Jadi saya teruja untuk terlibat dalam konsert ini.” Pernyataan itu memberi gambaran bahwa keikutsertaan Awie bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk penghormatan pribadi kepada gurunya. Konser mendekati tanggal pelaksanaan, dan penggemar musik tempatan menantikan bagaimana koleksi lagu M. Nasir akan dihidupkan kembali oleh para penyanyi yang pernah bekerja sama atau terinspirasi olehnya. Penampilan Awie menyanyikan kembali Istana Menanti akan menjadi salah satu momen yang disorot dalam pertemuan musik yang menutup rangkaian CIPTA ini.
