Musik dan seni sering kali menjadi bagian integral dari identitas budaya suatu bangsa. Namun, ketika sebuah tragedi terjadi pada alat musik yang melambangkan warisan tersebut, dampaknya bisa sangat mendalam. Dalam sebuah peristiwa yang menjadi viral baru-baru ini, Anoushka Shankar, seorang musisi terkemuka dan anak dari maestro sitar Ravi Shankar, mengungkapkan kekecewaannya setelah alat musik kesayangannya, sitar, tiba dalam kondisi rusak usai penerbangannya dengan Air India. Dalam sebuah video yang mengharukan, Shankar menyatakan betapa menghancurkannya pengalaman tersebut dan mengingatkan pentingnya perlakuan yang baik terhadap budaya dan warisan musik.
Momen Mengerikan di Bandara
Dalam video yang diunggah di Instagram, Anoushka Shankar tidak hanya menggambarkan kerusakan fisik pada sitarnya, tetapi juga menyampaikan rasa frustrasinya terhadap layanan yang beliau terima dari Air India. Terlepas dari membayar biaya penanganan khusus untuk alat musiknya, Shankar tetap mendapati sitarnya dalam keadaan cacat setelah tiba di tujuan. Kejadian ini mengangkat pertanyaan besar tentang bagaimana perusahaan penerbangan menangani barang-barang berharga dan rapuh seperti alat musik.
Budaya dan Identitas di Ujung Jari
Anoushka, dalam video tersebut, berujar, “Kamu adalah negara yang musik ini berasal.” Ini menekankan pentingnya hubungan antara seorang seniman dan alat musik yang mereka mainkan. Sitar bukan hanya sebuah instrumen; ia merupakan simbol budaya dan sejarah yang kaya. Kerusakan yang dialaminya tidak hanya merusak sebuah alat, tetapi juga meruntuhkan sebagian dari identitas musik yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dampak pada Komunitas Musisi
Insiden yang dialami Shankar bukanlah kejadian yang terisolasi. Banyak musisi lain yang pernah mengalami situasi serupa, di mana alat musik mereka mengalami kerusakan atau bahkan hilang selama perjalanan udara. Hal ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para seniman ketika mereka berusaha memperkenalkan budaya mereka ke panggung global. Mereka mengandalkan keutuhan alat musik mereka untuk mengekspresikan seni dan budaya mereka, dan apabila itu tidak dihargai, ini menjadi pukulan berat terhadap komunitas musik secara keseluruhan.
Panggilan untuk Tindakan
Melalui platform media sosialnya, Anoushka Shankar menyerukan perubahan dalam kebijakan penerbangan terhadap penanganan peralatan musik. Dia menyiratkan perlunya perhatian khusus dari maskapai terhadap instrumen artistik, terutama yang memiliki nilai sejarah dan emosional. Pesan ini menjadi sangat kuat dalam konteks industri penerbangan yang sering kali mengabaikan barang-barang berharga demi efisiensi. Kecelakaan ini bisa menjadi titik awal untuk dialog yang lebih luas tentang penghargaan terhadap seni dan budaya.
Refleksi terhadap Penghargaan Budaya
Kerugian yang diderita Shankar membangkitkan refleksi lebih dalam tentang bagaimana masyarakat menghargai warisan budaya. Dalam dunia yang semakin global, seringkali nilai-nilai tradisional dan seni lokal terancam oleh modernisasi. Insiden ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua mengenai pentingnya melindungi dan merawat kekayaan budaya yang kita miliki. Jika sebuah bangsa mengaku menghargai seni dan budaya, maka sudah seharusnya langkah konkret diambil untuk menjaga alat dan benda yang menjadi simbol dari sejarah tersebut.
Kesimpulan: Merawat Identitas Budaya
Insiden yang dialami Anoushka Shankar adalah lebih dari sekadar kerusakan pada sebuah alat musik; ia merupakan pengingat bahwa seni adalah bagian penting dari jati diri kita sebagai bangsa. Pesan yang disampaikannya melalui media sosial membuka mata kita terhadap tantangan yang dihadapi para musisi dan perlunya perhatian terhadap warisan budaya. Mari bersama-sama, kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya merawat dan melindungi alat musik dan seni sebagai bagian dari identitas budaya kita. Hanya dengan merawat warisan ini, kita dapat terus melanjutkan tradisi yang telah dibangun selama berabad-abad.
