Pada tahun 2026, Festival Kala Ghoda kembali mencuri perhatian dengan menampilkan sesuatu yang nostalgik dan bersejarah bagi masyarakat Mumbai, yaitu taksi Kaali Peeli. Hadirnya kembali Premier Padmini yang dikenal dengan julukan taksi berwarna hitam-kuning ini tentunya memunculkan perasaan nostalgia di kalangan penduduk lokal maupun wisatawan. Meskipun kendaraan ini telah resmi dihapuskan sejak Oktober 2023 karena alasan usia dan digantikan oleh armada yang lebih modern, kehadirannya dalam wujud seni di festival tersebut telah menarik perhatian banyak orang.
Taksi Kaali Peeli: Simbol Ikonik Mumbai
Selama beberapa dekade, taksi Kaali Peeli merupakan simbol ikonik dari rutinitas kota Mumbai. Premier Padmini, yang dikenal dengan daya tahannya, mengarungi jalan-jalan sempit selama berpuluh-puluh tahun sebelum akhirnya harus dihentikan operasinya. Penghapusan taksi ini adalah bagian dari upaya modernisasi transportasi umum di Mumbai, namun dampaknya lebih dari sekadar perubahan fisik; ini adalah akhir dari sebuah era yang penuh cerita dan kenangan bagi banyak orang.
Pelestarian Seni dan Budaya
Pada festival tersebut, Hetal Shukla, seniman di balik karya seni ini, berupaya menangkap esensi dari warisan transportasi Mumbai. Dengan menampilkan taksi ini sebagai instalasi seni, Shukla tidak hanya ingin memberikan penghormatan terhadap ikon budaya tersebut tetapi juga mengajak pengunjung untuk merenungkan bagaimana sejarah dan modernisasi dapat berjalan berdampingan. Seni ini menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, mengingatkan kita akan pentingnya mempertahankan warisan budaya di tengah arus perubahan.
Mengisi Kehampaan dengan Kreativitas
Decommissioning taksi Kaali Peeli meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan kota yang sibuk ini. Kehadiran karya seni ini menjadi cara kreatif untuk menyulap kehilangan tersebut menjadi kesempatan dalam merayakan identitas budaya yang unik. Instalasi seni Hetal Shukla menjadi medium ekspresi yang membangkitkan memori bersama dan mengundang dialog publik mengenai signifikansi warisan tak berwujud dalam pembentukan identitas kota yang berkelanjutan.
Festival Kala Ghoda: Lebih dari Sekadar Pertunjukan Seni
Festival Kala Ghoda yang digelar setiap tahun merupakan salah satu acara budaya terbesar dan terpenting di Mumbai. Tidak hanya sebagai ajang pertunjukan seni, festival ini juga menjadi platform untuk melestarikan sejarah dan nilai-nilai budaya setempat. Dengan memasukkan ikon yang sudah lama tumbuh berdampingan dengan warganya, festival ini menonjolkan komitmen terhadap integrasi antara seni, kota, dan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa seni dapat berfungsi sebagai katalisator untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang aspek sosial budaya yang seringkali terlupakan.
Respon Masyarakat dan Dampaknya
Respon masyarakat terhadap instalasi ini sangat positif. Mereka mengenang masa lalu dengan penuh kehangatan, mengingat perjalanan sehari-hari dengan taksi bersejarah ini. Para pengunjung festival menyaksikan bagaimana seni dapat menyampaikan pesan yang lebih dalam dan memberikan makna baru pada objek yang sudah tidak berfungsi, menyoroti bagaimana aspek-aspek kehidupan sehari-hari dapat dijadikan sumber inspirasi bagi seniman dan warga kota.
Kesimpulan: Merangkul Masa Lalu untuk Masa Depan
Kala Ghoda Festival 2026, dalam menampilkan taksi ikonik Mumbai, berhasil dengan cemerlang merangkul kenangan kolektif masyarakat sambil mendorong dialog tentang pentingnya mempertahankan dan menghargai sejarah dalam pembangunan masa depan. Instalasi seni ini tidak hanya berfungsi sebagai sebuah penghormatan kepada masa lalu, tetapi juga sebagai inspirasi bagi upaya masa depan untuk mengintegrasikan cerita kota ke dalam jalinan perkembangan urban yang lebih luas. Dengan demikian, perayaan seni dan budaya ini menjadi lebih dari sekadar ajang kreativitas artistik, tetapi juga sebuah cerminan bahwa Kota Mumbai dengan bangga selalu menapak ke depan tanpa melupakan akar sejarah yang membentuknya.
