Film A Useful Ghost memancing perhatian festival setelah dinobatkan sebagai Best Film di Cannes Critics’ Week. Premisnya tidak biasa: seorang wanita bereinkarnasi menjadi penyedot debu, dan dari situ cerita bergerak ke arah yang tak terduga.

Di luar unsur premisnya yang provokatif, A Useful Ghost kini sudah tersedia untuk ditonton dan mendapat pujian sebagai karya debut yang berani dari sutradara Ratchapoom Boonbunchachoke. Film ini digambarkan sebagai perpaduan thriller Marxis dan romansa supranatural, dengan selingan adegan-adegan jenaka maupun menohok yang menghadirkan tokoh-tokoh tak lazim seperti biksu berbahasa kasar dan konflik keluarga dari pihak mertua.
Premis yang aneh dan pengembangan cerita
Inti narasi A Useful Ghost berangkat dari gagasan reinkarnasi yang tidak sentimental: sang protagonis kembali dalam bentuk benda sehari-hari. Dari situ, alur berkembang ke ranah politik dan emosional—menggabungkan kritik sosial ala Marxisme dengan elemen romansa yang bersifat supernatural. Pendekatan ini membuat film tidak berada pada satu genre tunggal, melainkan bergerak di satire, ketegangan politik, dan kepekaan personal.
Keputusan menghadirkan figur-figur yang tak biasa, seperti biksu yang sering menggunakan bahasa kasar dan dinamika tegang dengan keluarga mertua, menambah lapisan humor gelap sekaligus menguji batas kenyamanan penonton. Perpaduan itu menghasilkan nuansa yang oleh beberapa pengamat disebut sebagai sajian “oddball” atau aneh namun menghibur—sebuah ciri khas yang sering ditemui pada karya-karya festival yang berani mengambil risiko format dan nada.
Kemenangan di Cannes dan debut sutradara
Penghargaan Best Film di Cannes Critics’ Week menempatkan A Useful Ghost pada sorotan internasional, terutama sebagai karya pertama Ratchapoom Boonbunchachoke di kursi sutradara. Sebagai debut, film ini menunjukkan keberanian eksplorasi tema dan bentuk bercerita yang tak konvensional. Pengakuan di festival bergengsi menjadi indikator bahwa gaya penceritaan yang berbeda bisa menemukan audiens dan apresiasi, meski memicu perdebatan karena sifatnya yang provokatif.
Kemenangan tersebut juga berfungsi sebagai pengantar bagi penonton yang mencari film-film festival dengan pendekatan eksperimental namun berpegang pada kerangka cerita yang padat. Meski premis awalnya terasa gimmick, eksekusi yang memadukan politik, romansa, dan humor gelap berhasil memberi alasan kuat mengapa film ini dianggap layak mendapatkan penghargaan.
Sorotan lain dalam panduan hiburan minggu ini
Selain A Useful Ghost, panduan hiburan minggu ini juga menyinggung kehadiran pop star Self Esteem yang disebut sedang menapaki festival trail. Keterangan itu menempatkan Self Esteem sebagai salah satu sosok yang menjadi sorotan bagi penggemar musik dan festival, tanpa merinci jadwal atau lokasi pertunjukan.
Secara keseluruhan, minggu ini menampilkan kombinasi teko hiburan—dari film festival yang mengejutkan hingga musisi yang aktif di jalur festival. A Useful Ghost menjadi bukti bahwa karya berani dan tidak konvensional masih menemukan tempat di panggung internasional, sementara nama-nama lain di dunia hiburan terus bergerak menyesuaikan diri dengan ritme festival global.
Dengan nuansa yang gelap sekaligus lucu, A Useful Ghost menawarkan pengalaman menonton yang berbeda: sebuah komedi hitam yang menantang ekspektasi dan mengajak penonton memikirkan ulang bentuk-bentuk narasi konvensional. Untuk penikmat film festival dan mereka yang menyukai karya-karya berlainan, film ini layak dimasukkan ke daftar tonton.
