Belum lama ini, Brian May, gitaris legendaris dari band rock Inggris Queen, menyatakan keputusan yang mengejutkan bagi para penggemar dan pecinta musik. Menurutnya, Queen memilih untuk tidak tampil di Glastonbury Festival, festival musik terkemuka di Inggris, karena alasan yang cukup kontroversial. Penolakan ini memunculkan diskusi baru tentang interaksi antara musik, selebritas, dan politik di negara tersebut.
Alasan Dibalik Penolakan Queen
Brian May mengungkapkan bahwa keputusan Queen untuk absen dari salah satu panggung musik paling bergengsi ini didorong oleh apa yang disebutnya sebagai “politik”. Oleh karena keterkaitan anggapan bahwa penyelenggara Glastonbury kurang mendukung perlindungan terhadap spesies badger, Queen merasa tidak bisa berkompromi.
Kampanye Pelindungan Badger
Bagi May, persoalan ini bukan sekadar isu sepele; dia telah lama terlibat dalam aktivisme pelestarian badger di Inggris. Badger, yang kerap dijadikan kambing hitam sebagai penyebar penyakit di kalangan ternak, sering kali menjadi sasaran kontrol populasi yang kontroversial. May dan para aktivis lain berpendapat bahwa metode pengendalian ini tidak hanya kejam tetapi juga tidak efektif.
Tabrakan Dunia Musik dan Politik
Keputusan ini menggambarkan bagaimana artis seperti Brian May dan Queen memandang posisi mereka lebih dari sekadar penghibur. Dalam lanskap budaya saat ini, musisi sering dianggap memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan isu-isu sosial, baik di panggung maupun di luarnya. Bagi Queen, menjaga sikap konsisten dalam advokasi pelestarian satwa liar dianggap sejalan dengan nilai-nilai yang mereka anut.
Respon dari Penyelenggara Glastonbury
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Glastonbury terkait tudingan politik yang dilontarkan oleh Brian May. Namun, festival ini terkenal dengan agenda ekologisnya yang selama ini sering kali mendapat pujian. Ramainya diskusi membuat beberapa pihak bertanya-tanya apakah ada ketidakcocokan antara apa yang disampaikan dan praktek sebenarnya di lapangan.
Manuver Strategis atau Keputusan Pribadi
Keberanian Queen untuk menjauh dari festival terkemuka bisa dilihat sebagai langkah strategis untuk lebih menonjolkan suara mereka dalam urusan konservasi satwa. Namun, ada yang menilai ini sebagai keputusan personal dari May yang kuat dalam kepedulian akan lingkungan. Terlepas dari motivasinya, keputusan ini menegaskan bahwa artis memiliki kuasa untuk membuat pernyataan penting melalui tindakan mereka.
Secara keseluruhan, sikap Queen ini mencerminkan keterikatan mendalam antara dunia musik dan aksi sosial-politik. Para penggemar pun mungkin dibagi; beberapa mendukung keras sikap band ini, sementara yang lain merindukan penampilan mereka di festival prestisius tersebut. Namun, baik bagi para aktivis lingkungan maupun penikmat musik, kasus ini membuka obrolan lebih lanjut tentang peran selebritas dalam mempengaruhi kebijakan dan opini publik. Pemisahan antara hiburan dan advokasi hampir tidak ada, dan keputusan band legendaris ini mungkin menjadi pelajaran bagi artis lain terkait posisi mereka dalam mengatasi isu-isu kritis.”
